Skip to main content

Posts

Farmakokinetik dan Farmakodinamik Antibiotik

Profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik adalah salah satu parameter yang sangat dibutuhkan untuk menetapkan jenis antibiotik beserta dosisnya secara tepat.


Antibiotik harus memiliki sifat: 
Mampu terikat pada tempat ikatan spesifiknya pada bakteri, misalnya di ribosom atau di membran sel bakteri, dsb. Kadar antibiotik pada tempat infeksi harus cukup tinggi. Semakin tinggi kadarnya, semakin banyak tempat ikatan antibiotik pada sel bakteri. Antibiotik harus tetap berada pada tempat ikatannya dalam waktu yang cukup memadai agar diperoleh efek yang adekuat. Kadar hambat minimal (KHM atau MIC) antibiotik yang menggambarkan kadar terendah antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri. 

Ada 2 kelompok antibiotik berdasarkan sifat farmakokinetikanya, yaitu
a) Time dependent killing
Lamanya antibiotik berada di dalam darah dengan kadar di atas KHM (paling tidak selama 50% interval dosis).Contoh antibiotik yang tergolong pada sifat ini adalah penisilin, sefalosporin, dan makrolida. b)…
Recent posts

Mekanisme ARB, ACE inhibitor, dan NSAIDs menyebabkan Nefrotoksik

Nefrotoksik Agent merupakan senyawa obat-obat yang dapat menyebabkan gagal ginjal. 


Golongan obat yang menyebabkan Nefrotoksik adalah 
Golongan Aminoglycosides (Contohnya: neomycin yang paling nefrotoksik, diikuti gentamycin, amikacin, dan yang paling ringan adalah streptomycin). ACE inhibitors, ARBs, Amphotericin B, NSAIDs, Cyclosporine, Tacrolimus, Radiographic contrast agents.

Mengapa obat golongan NSAIDs, ARB dan ACE inhibitor termasuk nefrotoksik agent ?

Karena golongan obat ini mengganggu Autoregulasi Hemodinamik aliran plasma ke ginjal.



Autoregulasi Aliran Plasma Ginjal dan Laju Filtrasi Glomerolus (LFG).
Sekitar 20-25% volume darah yang dipompa oleh jantung (disebut dengan curah jantung / cardiac output) diperfusi (dialirkan) ke ginjal.

Jika curah jantung 5.000 ml per menit, maka sekitar 1.200 ml darah per menit dialirkan ke ginjal.

(Sumber: Wilson, L.M. Dalam buku Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit. Vol 2. Edisi 6. Penerbit: EGC. Hal: 870).


Ginjal memiliki kemampu…

Selective and Non Selective NSAIDs. Which one is more potent and safer ?

Non Steroidal Anti-inflammatory Drugs, (NSAIDs), are a class of drugs used to relieve inflammation. 

There are 2 major classes of anti-inflammatory drugs, namely steroids and non steroids (NSAIDs).

NSAIDs are devided into 2 classes, they are selective and non-selective NSAIDs. 

The difference between selective and non-selective NSAIDs is based on their work.

Selective classes inhibit only COX-2 enzyme (COX-2 inhibitor) while non-selective NSAIDs inhibit both COX-1 and COX-2.

Examples of non-selective NSAIDs are Sodium diclofenac / Potassium diclofenac, indomethacin, piroxicam, meloxicam, ibuprofen, mefenamic acid.

While the examples of selective  NSAIDs are celecoxib, rofecoxib, valdecoxib.

Both classes have the same pharmacological effects and all of them are indicated to relieve mild pain and inflammation.

Selective NSAIDs were developed to overcome the side effect of Non selective NSAIDs, such as gastric irritation.

The incidence of gastric irritation which is caused by non-selec…

Interaksi Obat Antihipertensi yang harus diperhatikan

Tingginya prevalensi penyakit cardiovaskular tentu berkaitan erat dengan tingginya penggunaan obat antihipertensi.

Umumnya pasien yang sudah lama menderita penyakit cardiovaskular biasanya disertai dengan komplikasi penyakit lainnya sehingga penggunaan obatnya lebih kompleks. 

Hal ini  membuat kajian terhadap interaksi obat antihipertensi menjadi sangatlah penting. Sebab interaksi obat juga dapat merusak organ tubuh.



Interaksi obat antihipertensi dengan antihipertensi lain yang berbahaya
Verampamil dan beta bloker

Interaksi ini beresiko tinggi memblok kerja jantung.

Verampamil merupakan salah satu obat calcium channel blockers golongan fenilalkilamin yang memiliki afinitas yang tinggi memblok kanal kalsium di jantung daripada di vaskular.

Sehingga efeknya pada jantung lebih besar daripada pembuluh darah, yaitu
Menurunkan konduksi nodus AV Kontraksi jantung menurunFrekuensi denyut jantung menurun.

Obat golongan Beta bloker bekerja memblok adrenoreseptor beta 1 di jantung sehingga me…

Farmakologi Obat Adrenergik (Simpatomimetik)

Adrenergik (Simpatomimetik) adalah golongan senyawa obat yang menstimulasi kerja saraf simpatetik. 

Sasaran kerja adrenergik adalah adrenoreseptor.

Adrenoreseptor merupakan reseptor bagi neurotransmiter noradrenalin/ norepinefrin yang memperantarai berbagai aktivitas saraf simpatetik seperti:
Pelepasan energi (glukosa meningkat)Denyut jantung meningkatDilatasi saluran pernapasanMidriasis (Dilatasi) pupil mataVasokonstriksidan sebagainya
Adrenoreseptor terdiri atas alfa-1, alfa-2, beta-1, beta-2, dan beta-3

Contoh Senyawa adrenergik





Perbandingan Aktivitas Farmakologi Obat Agonis Adrenergik (Simpatomimetik).
(Sumber: https://www.pharmacology2000.com/Autonomics/Adrenergics1/Adrenergic-1.htm)




Distribusi adrenoreseptor dalam jaringan tubuh



Adrenoreseptor alfa-1 (Gq, Ca²⁺)
Reseptor ini terletak di pupil mata, pembuluh darah arteriol dan vena, spinkter kandung kemih.

Contoh agonis adrenoreseptor adalah fenilefrin, norepinefrin.

Fenilefrin merupakan agonis murni alfa-1.

Pada penggunaan klin…

Pengobatan Hipertensi

Pengobatan hipertensi menjadi sorotan yang krusial dikarenakan prevalensi hipertensi tertinggi di dunia.

Insiden hipertensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Umumnya usia > 65 tahun memiliki risiko tertinggi hipertensi.

Apabila tidak ditanggulangi, risiko hipertensi jangka panjang dapat berdampak pada kerusakan organ lainnya  seperti
Stroke iskhemik, Hemoragik, Penyakit vaskular seperti penyakit jantung koroner, Hipertrofi ventrikel kiri, dan Gagal ginjal. Retinopati

Berikut rentang tekanan darah:





Tekanan darah pada pembuluh darah arteri ada 2 jenis, yaitu sistolik dan diastolik.




Sistolik adalah tekanan pada pembuluh darah arteri ketika jantung berkontraksi (memompa darah keseluruh jaringan tubuh).

Sedangkan distolik adalah tekanan pada pembuluh darah arteri pada saat jantung relaksasi.



Penyebab Hipertensi
Ada 2 jenis penyebab hipertensi, yaitu 

Hipertensi esensial atau primerPenyebabnya belum diketahui dengan pasti. Diduga karena faktor bertambahnya usia, stress, psi…

Hal yang harus diketahui tentang Antibiotik

Antibiotik adalah golongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau membunuh bakteri.


Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya), antibiotik dibagi menjadi 2 yaitu:
Antibiotik yang bersifat bakterisidal, yaitu antibiotik yang membunuh bakteri. Contohnya: golongan sefalosporin, golongan fluorokuinolon, amoksisilin.Antibiotik yang bersifat bakteriostatik, yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri. Contohnya: Tetrasiklin, thiamphenicol,

Berdasarkan spektrum kerjanya, antibiotik dibedakan menjadi 2, yaitu:
Antibiotik berspektrum sempit, yaitu antibiotik yang efek utamanya hanya pada bakteri gram positif atau hanya pada bakteri gram negatif saja.
Contohnya Penisilin G dan V hanya efektif melawan bakteri gram positif saja.Antibiotik berspektrum luas, yaitu antibiotik yang efek utamanya pada bakteri gram positif maupun negatif.
Contoh: golongan sefalosporin, tetrasiklin, amoksisilin, golongan fluorokuinolon

Jadi, antibiotik han…