Skip to main content

Kapan Sebaiknya Minum Obat Antidiabetes

Kapan Sebaiknya Minum Obat Antidiabetes

Seiring dengan pertambahan usia dan tahun, prevalensi penyakit diabetes semakin meningkat di berbagai negara.

Hal ini menunjukkan  penggunaan obat antidiabetes juga pasti meningkat.

Umumnya obat antidiabetes oral yang diberikan adalah golongan

  • Sulfonilurea, contohnya: Giklazid, Glimepirid, Glipizid, Glibenklamid, klorpropamid.
  • Biguanida, contohnya metformin
  • Inhibitor alfa-Glukosidase, contohnya Akarbose. 

Selain sediaan oral, ada juga sediaan injeksi yaitu insulin yang diberikan secara intramuskular.



Parameter Diagnosis Glukosa


Umumnya parameter yang digunakan untuk mendiagnosa diabetes melitus diringkas dalam tabel berikut


Kapan sebaiknya minum obat antidiabetes



Apa efek yang terjadi apabila tidak tepat menggunakan obat antidiabetes ?


Bila obat anti-diabetes ini digunakan dengan tidak tepat (berlebihan), maka timbul efek yang membahayakan.

Salah satunya yaitu hipoglikemik, dimana kadar gula darah (glukosa) turun drastis.

Tentunya yang diharapkan setelah mengkonsumsi obat anti-diabetes adalah kadar gula darah kembali normal dan bukan malah turun drastis (hipoglikemia).


Bagaimana caranya ?


Berikut uraian minum obat antidiabetes oral pada setiap golongan obat.



Waktu yang tepat minum obat antidiabetes oral.



Golongan Biguanida.


Metformin merupakan salah satu contoh obat golongan biguanida yang sering sekali digunakan untuk terapi diabetes.

Kekuatan sediaan 500 mg dan 850 mg per tablet.

Obat ini dapat diberikan bersamaan dengan makanan atau sesudah makan 1-3 x sehari.

Dosis maksimum = 3 g per hari

Bila dosisnya 2x, maka obat dapat diminum pagi dan malam saat sarapan dan makan malam.

Cara kerja metformin adalah

  • Mengurangi proses glukoneogenesis (pembentukkan glukosa dari senyawa yang bukan karbohidrat)
  • Meningkatkan sensitivitas insulin terhadap glukosa sehingga kadar glukosa dapat kembali normal.

Mekanisme kerja metformin secara molekuler dapat dibaca selengkapnya di The mechanisms of action of metformin.

Metformin tidak meningkatkan kadar insulin (tidak menstimulasi sekresi insulin pada sel beta pankreas) artinya tidak mempengaruhi kerja pankreas.

Disinilah perbedaan Metformin dengan obat golongan sulfonilurea yang menstimulasi sel beta pankreas untuk mensekresi insulin lebih banyak.

Obat metformin ini dapat mengurangi berat badan sehingga obat ini sangat cocok bagi pasien obesitas yang menderita diabetes.

Karena efek samping metformin adalah mual sehingga menyebabkan pasien tidak nafsu makan.

Itulah alasannya metformin diminum saat atau sesudah makan yaitu untuk mengurangi rasa mual muntah.

Karena kalau diminum 1 jam sebelum makan, pasien akan mual duluan, nafsu makan menjadi menurun.


Metformin dapat juga dikombinasi dengan obat golongan sulfonilurea sebagai terapi tambahan.

Metformin tidak mengalami metabolisme dihati dan diekskresikan lewat ginjal dalam bentuk tidak berubah dalam air kemih.

Hati-hati menggunakan metformin pada pasien yang memiliki riwayat gangguan fungsi ginjal.





Obat golongan sulfonilurea.


Contohnya: Glibenklamid, glipizide, glimepiride.

Obat jenis ini memicu kerja pankreas untuk mensekresikan insulin lebih banyak lagi agar mampu menurunkan kadar gula darah.

Dosis awal 1 tablet sehari sebelum makan.

Obat golongan ini diminum 15-30 menit sebelum makan (a.c) untuk mencegah terjadinya efek hipoglikemik.

Sama seperti penggunaan insulin yang diinjeksikan secara intramuskular sebelum makan.


Apa yang terjadi bila obat ini diminum setelah makan ?

Tentunya glukosa yang berasal dari makanan akan diturunkan juga oleh obat sulfonilurea.

Hal ini bisa menyebabkan efek hipoglikemik.

Harus diingat bahwa pasien diabetes bukan berarti tidak butuh asupan glukosa.

Glukosa dari karbohidrat tetap dibutuhkan dalam jumlah normal untuk produksi energi dalam tubuh.

Gejala-gejala yang timbul akibat hipoglikemik meliputi

  • Pusing,
  • Lemas,
  • Gemetar,
  • Pandangan berkunang-kunang / pitam (pandangan gelap),
  • Keluar keringat dingin.



Akarbose


Akarbose merupakan golongan inhibitor alfa glukosidase.

Kekuatan sediaanya 50 mg dan 100 mg per tablet.

Berbeda dengan golongan sulfonilurea, akarbose tidak meningkatkan sekresi insulin di pankreas.

Efek obat ini adalah menghambat enzim alfa glukosidase sehingga memperlambat pemecahan dan penyerapan glukosa di usus halus.

Obat ini diindikasikan untuk terapi tambahan bagi pasien diabetes yang sedang diet

Dosis awalnya dapat diminum 3 x sehari 1 tablet 50 mg atau 3 x sehari ½ tablet 100 mg.

Dosis selanjutnya 3 x sehari 2 tablet 50 mg atau 3 x sehari 1 tablet 100 mg.

Cara minumnya adalah akarbose diminum dengan sedikit air sebelum makan atau dikunyah bersamaan dengan makanan pada suapan pertama.

Efek sampingnya yang sering terjadi adalah flatulensi (sering buang angin).




Pemilihan Obat untuk pasien diabetes


Kebanyakan tipe diabetes yang paling banyak diderita oleh pasien adalah diabetes tipe 2.

Diabetes tipe ini umumnya disebabkan karena penurunan fungsi pankreas dan atau resistensi insulin.

Penurunan fungsi pankreas salah satunya disebabkan karena faktor usia.

Umumnya diabetes tipe ini sering terjadi pada usia 45 tahun ke atas.

Resistensi insulin merupakan kondisi dimana reseptor insulin tidak peka (tidak merespon) lagi dengan insulin yang disekresikan pankreas.

Bila pasien diabetes disebabkan karena penurunan fungsi kerja pankreas dalam menghasilkan insulin, maka dapat diberikan obat golongan sulfonilurea.

Sebab kerja obat ini spesifik memicu kerja pankreas untuk menghasilkan insulin.

Tapi, jika pankreas sudah rusak permanen, maka sulfonilurea tidaklah efektif lagi.

Untuk kondisi pankreas yang rusak permanen, maka diberikan insulin seumur hidup.

Kondisi diabetes yang disebabkan oleh resistensi insulin dapat diberikan obat golongan biguanida (metformin).


Saat ini sudah tersedia obat fixed combination antara golongan sulfonilurea dengan biguanid.

Kerja kedua obat ini sinergis dalam menurunkan kadar glukosa.


Hal yang paling susah dilakukan oleh pasien diabetes adalah diet karbohidrat.

Minum akarbose menjadi obat pilihan untuk membantu pasien diabetes yang sedang diet.

Mual akibat efek samping metformin juga dapat menurunkan nafsu makan.




Perhatian Khusus Bagi Pasien yang sedang minum obat antidiabetes.


Hati-hati bagi pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal dan hati.

Karena sebagian besar obat dimetabolisme di hati dan diekskresikan melalui ginjal.

Metabolisme dan ekskresi merupakan aspek eliminasi obat dalam tubuh.

Sehingga bila terjadi disfungsi atau penurunan fungsi hati atau ginjal, maka laju eliminasi obat akan menurun, terjadi deposit (penumpukan) obat dalam tubuh yang akan menimbulkan efek toksik obat.

Efek toksik bisa berupa gejala-gejala hipoglikemik.


Baca selanjutnya, Obat golongan beta bloker berpotensi menyebabkan kadar glukosa menurun.

Berikut ini video tutorial cara menggunakan insulin pen


Oke cukup sekian dulu, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Comments