Skip to main content

Kombinasi Aspirin + Clopidogrel, Bagaimana Efeknya ?

Kombinasi Aspirin + Clopidogrel

Penggunaan kedua obat ini secara klinis sama yaitu menurunkan resiko stroke iskemik, penyakit jantung seperti infark miokardium.

Lalu dimana letak perbedaan kedua obat ini ?

Letak perbedaannya ada di mekanisme kerjanya.

Selain itu, Aspirin merupakan zat aktif berkhasiat sedangkan clopidogrel merupakan senyawa prodrug.


Senyawa prodrug ini tidak aktif secara farmakologi dan akan menjadi aktif apabila dimetabolisme terlebih dahulu menjadi metabolit aktif yang memiliki efek farmakologi.

Clopidogrel secara selektif dan irreversible memblok reseptor P2Y12 sehingga adenosin difosfat (ADP) tidak bisa berikatan dengan reseptor P2Y12,

Alhasil tidak terjadi aktivasi platelet (pembentukan trombus terhambat).

Nah yang harus diingat sobat, bahwa selain diaktivasi oleh tromboksan, aktivasi platelet juga dapat terjadi akibat ikatan ADP dengan reseptornya yaitu P2Y12.

Lalu bagaimana kalau aspirin dan clopidogrel digunakan secara bersamaan ?

Kombinasi Aspirin dan Clopidogrel


Berdasarkan penelitian yang sudah ada, bahwa:

Penggunaan aspirin dan clopidogrel disaat bersamaan akan meningkatkan secara signifikan efek antiplateletnya dibandingkan obat tunggal.

Hal ini dikarenakan mekanisme kedua obat ini sangat berbeda, tidak saling mempengaruhi tempat kerja, namun efek farmakologinya sama, yaitu sama-sama menimbulkan efek anti-platelet.

Literatur di bawah ini yang telah mengkaji tentang fixed dose combination dari aspirin + clopidogrel, mulai dari profil farmakokinetik hingga efek terapinya.

Berdasarkan literatur tersebut disimpulkan bahwa:
  • Bentuk kombinasi tetap aspirin 100 mg dan clopidogrel 75 mg masih aman dan dapat diresepkan.
  • Bentuk kombinasi lebih efektif untuk pencegahan sekunder stroke iskemik dan Transient Ischemic Attack (TIA) tanpa meningkatkan resiko perdarahan (hemorrhagic).


Ada beberapa journal yang saya baca, sepertinya jika ditelaah memberikan kesimpulan yang bertentangan.

Khususnya, yang menjelaskan bahwa kombinasi kedua obat tersebut meningkatkan resiko perdarahan namun ada juga yang mengatakan aman-aman saja.

Bagaimana di pelayanan kesehatan tempat para sobat bekerja ?

Apakah bentuk sediaan fixed dose combination telah ada dipasaran dan telah digunakan dalam terapi pencegahan stroke iskemik dan TIA di Indonesia ?

Terimakasih...

Comments