Skip to main content

Penggunaan Aspirin yang Harus Diketahui

Penggunaan Aspirin


Pastinya sudah banyak yang tahu khasiat dan penggunaan aspirin. Tapi, tidak cukup hanya mengetahui khasiatnya saja.


Pengetahuan tentang keamanan obat juga harus dipelajari khususnya efek sampingnya dan cara memperkecil resiko efek samping tersebut serta penggunaannya yang tepat.


Tentunya suatu obat  diharapkan dapat memberikan efek yang optimal, resiko efek samping minimal (aman digunakan) dan tepat indikasi serta tepat penggunaannya.


Saat ini telah banyak penelitian baru yang membuktikan bahwa aspirin memiliki potensi sebagai antikanker. Berikut rujukannya:


Aspirin, pada dosis besar memiliki efek analgetik antipiretik anti-inflamasi, sedangkan pada dosis yang lebih rendah merupakan salah satu obat anti-platelet.

Pengertian antiplatelet secara umum adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga pembentukan trombus terhambat.

Pembentukan trombus sering ditemukan pada sirkulasi arteri yang dapat menutup aliran darah.


Awalnya pembentukan trombus ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah, lalu trombus tersebut menyebabkan luka pada permukaan sel-sel endotel pembuluh darah sehingga terjadilah aktivasi plateletet.


Aktivasi platelet ini menyebabkan pembentukan gumpalan (blood clot) yang menutup aliran darah.


Bila hal ini terjadi pada area pembuluh darah arteri koroner jantung, maka jantung tidak mendapat suplai darah yang kaya oksigen dan bisa menyebabkan kematian.


Bila terjadi pada pembuluh darah arteri yang mensuplai darah ke otak, maka dapat menyebabkan penyakit stroke iskemik.


Tromboksan (TXA2) merupakan senyawa yang disintesis dari asam arakidonat oleh enzim COX-1, dimana TXA2 ini memicu aktivasi dan agregasi platelet (trombosis) sehingga terbentuk blood clot (penggumpalan darah).

Selain itu tromboksan juga menyebabkan vasokonstriksi.


Aspirin hampir seluruhnya diabsorbsi di lambung. Mekanisme kerja utama dari aspirin sebagai antiplatelet adalah menghambat sintesis tromboksan (TXA2) melalui penghambatan enzim siklooksigenase-1 (COX-1).



Indikasi Aspirin Secara Klinis.


Dulunya aspirin dikenal sebagai obat analgetik (anti-nyeri).

Pada dosis yang tinggi, selain memblok COX-1, aspirin juga memblok COX-2 sehingga bertindak sebagai analgetik-antiinflamasi.

Namun pada dosis rendah (80-325 mg), aspirin spesifik menghambat enzim COX-1 secara irreversible sehingga pada rentang dosis inilah aspirin digunakan sebagai antiplatelet untuk pengobatan jantung koroner, stroke iskemik.


Teman-teman bisa baca juga di Aspirin Dose for the Prevention of Cardiovascular Disease .




Efek samping Aspirin.


Efek samping yang sering terjadi adalah dispepsia (rasa nyeri atau tidak nyaman pada saluran cerna khususnya di lambung), mual.

Aspirin juga dapat menyebabkan perdarahan khususnya pada gastrointestinal, iritasi hingga tukak lambung.

Hal ini disebabkan karena mekanisme kerjanya dalam menghambat enzim COX-1 sehingga pembentukkan prostaglandin yang merupakan senyawa protektor untuk perlindungan lambung menjadi terhambat.

Pasien yang harus menggunakan aspirin sebagai obat utama (drug of choice), harus dimonitor terus kondisi pasien khususnya daerah gastrointestinal dan perdarahan.

Aspirin dapat memperparah serangan asma. Hal ini dipicu karena terjadi overproduksi leukotrien.

Leukotrien merupakan senyawa yang dibentuk dari asam arakidonat oleh enzim lipoksigenase.

Senyawa ini menyebabkan bronkospasme atau bronkokonstriksi (penyempitan bronkus saluran nafas).

Bila ditinjau dari mekanisme kerjanya, sebagian asam arakidonat disintesis menjadi prostaglandin, tromboksan, prostasiklin oleh enzim COX.

Sebagian lagi dari asam arakidonat disintesis menjadi leukotrien oleh enzim lipoksigenase.

Penghambatan yang spesifik terhadap enzim COX oleh aspirin dan obat golongan NSAIDs lainnya menyebabkan asam arakidonat sepenuhnya disintesis menjadi leukotrien sehingga terjadilah overproduksi leukotrien.

Kadar leukotrien yang meningkat akan menyebabkan bronkokonstriksi.

Reye sindrom dapat terjadi akibat penggunaan aspirin oleh sebab itu hindari penggunaan aspirin pada pasien usia di bawah 19 tahun.



Hal yang harus diperhatikan dari penggunaan aspirin.

  • Pasien hemofilia, pasien yang sensitif terhadap aspirin (asma, reye sindrom) dikontraindikasikan menggunakan aspirin.
  • Pasien yang sedang ditreatment aspirin sebagai antiplatelet sebaiknya dihindari penggunaan obat-obat golongan NSAIDs baik yang selektif ataupun nonselektif.
  • Jangan minum obat saat lambung kosong. Tapi minumlah sesudah makan (lambung terisi makanan).
  • Bila timbul rasa tidak enak di perut setelah menggunakan aspirin, maka dianjurkan dikombinasi dengan obat-obat protektor lambung seperti sukralfat (2x sehari 2g) atau misoprostol (analog prostaglandin endogen, PGE1).


Oke cukup sekian dulu, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Baca selanjutnya: Kombinasi aspirin dan clopidogrel

Referensi.

            Comments