Skip to main content

Senyawa Karsinogen Dalam Asap Rokok

Senyawa Karsinogen Dalam Asap Rokok



Senyawa Karsinogen dalam Asap Rokok


Pernah terhirup asap rokok ? Lalu apa reaksi anda ?

Dalam tulisan saya ini mudah-mudahan menjadi bahan pertimbangan bagi para perokok untuk membulatkan tekadnya supaya berhenti total menjadi perokok.

Karsinogen merupakan senyawa kimia yang dapat memicu timbulnya kanker.

Apakah setiap hirup asap rokok langsung kanker ?

Tidak. Kan ada prosesnya (baca : Karsinogenesis)


Benzo(a)pyrene merupakan golongan polycyclic aromatic hydrocarbons yang merupakan senyawa karsinogen (penyebab kanker) yang kuat dan paling banyak terdapat di lingkungan, salah satunya pada asap rokok.


Jadi para sobat, hati-hati kalau berada pada lingkungan perokok. Sebaiknya menghindar demi kesehatan anda.


Benzo(a)pyrene (BaP) yang terdapat dalam asap rokok, apabila terhirup atau terpapar di tubuh, akan sangat mudah sekali masuk ke dalam tubuh dan dengan mudah juga menembus membran biologis, masuk ke dalam sel dan menyebabkan mutasi sel yang pada akhirnya menimbulkan kanker.


Hal ini dikarenakan senyawa Benzo(a)pyrene bersifat sangat lipofilik (larut dalam lemak).


BaP juga dapat menghasilkan sejumlah reactive oxigen species (ROS) yang menyebabkan mutasi DNA dan meningkatkan kadar lipid peroksida sehingga menyebabkan oksidasi stress, yaitu kondisi dimana produksi dan aktivitas radikal bebas lebih besar daripada aktivitas antioksidan endogen.


Tahap dari metabolisme BaP adalah ikatannya dengan sitokrom P450 (CYP450). BaP menginduksi (mengaktivasi) CYP1A1 dan CYP1B1 yang merupakan enzim yang berperan penting pada reaksi metabolisme fase I.
Metabolisme ini menyebabkan BaP lebih aktif sebagai senyawa karsinogenik.


Pada reaksi fase II terdapat enzim uridine difosfat glukoronosil transferase (UDP-GT), glutation-S-transferase (GST) dan sulfonil transferase (SULT) yang berperan pada proses detoksifikasi (menetralkan dan membuang) BaP dari dalam tubuh.


Tentunya bila produksi metabolit BaP sangat banyak, maka proses detoksifikasi metabolit BaP tidak bisa optimal dan sebagian dari metabolit BaP ini akan menyebabkan mutasi DNA.


Ini adalah gambar skema jalur mekanisme BaP menimbulkan kanker.

Metabolisme Senyawa Karsinogen



So, Let's stop smoking. Be wise !!!


Baiklah cukup sekian dulu, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Referensi:

  • Penning, T.M., et al. (1999). Dihydrodiol Dehydrogenases and Polycyclic Aromatic Hydrocarbon Activation: Generation of Reactive and Redox Active o-quinones. Chem Res Toxicol. 12(1): 1-18.
  • Kasala, E.R., et al. (2015). Benzo(a)pyrene induced Lung Cancer: Role of Dietary Phytochemicals in Chemoprevention. Pharmacological Reports. 296:1-14
  • Baird, W.M., Hooven, L.A., Mahadevan, B. (2005). Carcinogenic Polycyclic Aromatic Hydrocarbon-DNA adduct and Mechanism of Action. Environ Mol Mutagen. 45(2-3): 106-14.

Comments