Skip to main content

Interaksi Obat Antihipertensi (ACE-i vs Diuretik Hemat Kalium)

Sebelum membahas Interaksi Obat antihipertensi ACE inhibitor dan diuretik hemat kalium, kita harus mengetahui terlebih dahulu mekanisme kerja dari masing-masing obat.

Interaksi Obat Antihipertensi (ACE-i vs Diuretik Hemat Kalium)


Gambar di atas merupakan sistem renin angiotensin aldosteron (RAAS).

Dari skema kerja sistem RAAS di atas, jika angiotensin II berikatan dengan reseptornya, maka akan menghasilkan efek:

  • Vasokonstriksi
  • Sekresi aldosteron, dimana aldosteron menimbulkan efek retensi natrium dan cairan serta ekskresi kalium.
  • Meningkatkan aktivitas saraf simpatis.

Efek di atas menyebabkan tekanan darah meningkat.

ACE-inhibitor menghambat angiotensin converting enzyme sehingga angiotensin I tidak diubah menjadi angiotensin II.


Akibatnya efek yang ditimbulkan ACE-inhibitor adalah

  • Vasodilatasi
  • Penghambatan sekresi aldosteron, sehingga menghambat terjadinya retensi cairan, meningkatkan ekskresi natrium dan penahanan kalium.
  • Menurunkan aktivitas saraf simpatis.

Berdasarkan kinerja ACE-inhibitor, maka efek samping dari obat ini adalah hiperkalemia atas dasar penghambatan sekresi aldosteron.

Apabila obat golongan ACE-inhibitor dikombinasi dengan diuretik hemat kalium, maka akan memperparah kondisi hiperkalemia.

Diuretik hemat kalium bekerja meningkatkan ekskresi natrium dan air dan meretensi (menahan) kalium.

Apabila dalam terapi, kedua golongan obat ini digunakan bersamaan, maka harus dipantau kadar kaliumnya.

Pada dasarnya, penggunaan diuretik hemat kalium pada terapi hipertensi atau gagal jantung adalah untuk mencegah efek samping dari furosemid (diuretik kuat) sebagai pilihan terapi.

Jadi, kalau terapi yang diberikan adalah Furosemid + ACE-inhibitor + diuretik hemat kalium (amilorida, spironolakton, triamteren) atau KSR, maka penggunaan diuretik hemat kalium atau KSR disini adalah untuk mencegah efek samping dari furosemid.

Secara farmakologisnya, obat golongan ACE-inhibitor dan ARB memiliki kesamaan efek baik dari segi terapi maupun efek samping.

Kedua golongan obat ini tidak dianjurkan untuk dikombinasi.

Untuk memahami lebih lanjut perbedaan golongan ACE-inhibitor dan ARB serta mana pilihan yang terbaik, Saudara bisa dibaca di Perbedaan ARB dan ACE-inhibitor.


Sumber:

Comments