Skip to main content

Cara Menentukan Kepolaran senyawa Kimia

Cara untuk menentukan kepolaran suatu senyawa kimia menjadi sangat penting dalam penerapan bidang ilmu farmasi dan wajib dipahami oleh orang Farmasi.

Mengapa ?

Karena Kepolaran suatu senyawa, termasuk juga senyawa obat, sangat menentukan aktivitas biologisnya.


Senyawa yang lebih polar, sukar menembus membran sawar darah otak, dan mudah tereliminasi dari tubuh sehingga waktu paruhnya singkat dan butuh frekuensi pemberian obat yang lebih sering (baca konsep metabolisme yang harus diketahui).


Sebelum membaca lebih lanjut, saya menganjurkan agar para Sobat membaca artikel ini menggunakan desktop (laptop/komputer) karena ada beberapa simbol kimia yang tidak terbaca dengan versi seluler (smartphone).

Ada 2 petunjuk penting untuk menentukan kepolaran Senyawa Kimia yaitu:

  • Perbedaan muatan listrik (pengkutuban)
  • Nilai momen dipole (𝛍 > 0 atau 𝝻 = 0).


Kita sudah bahas bagaimana terbentuknya ikatan ion dan kovalen pada topik ikatan kimia antar atom.

Kali ini, yang akan dibahas adalah Kepolaran Senyawa Kovalen.

Kenapa fokusnya ke senyawa kovalen ?

Karena senyawa ion sudah pasti larut dalam air (polar), sedangkan kovalen belum tentu.


Menentukan senyawa kovalen polar.


Point 1:

Mempunyai perbedaan muatan listrik (terjadi pengkutuban).


Jika suatu atom dalam ikatan, menarik elektron lebih kuat dari atom lain, maka atom tersebut memiliki muatan parsial negatif (𝛿⁻).

Sedangkan atom yang lainnya disebut muatan parsial positif (𝛿⁺).

Jika memiliki muatan parsial positif dan negatif berarti terjadi pengkutuban.



Menentukan Kepolaran senyawa Kimia



Dalam ikatan kovalen polar, terdapat suatu atom yang lebih elektronegatif (lebih kuat menarik elektron) dibandingkan atom yang lainnya.

Semakin elektronegatif, maka semakin kuat untuk menarik elektron ikatan, namun tarikan ini tidak sampai memecahkan ikatan menjadi ion.

Akibatnya, distribusi rapat elektronnya tidak merata.


Menentukan Kepolaran senyawa Kimia


Perhatikan gambar di atas, distribusi elektronnya cenderung ke atom Cl karena atom Cl lebih elektronegatif.

Berarti Cl memiliki muatan parsial negatif (𝛿⁻) sedangkan atom H muatan parsial positif (𝛿⁺). Inilah Terjadi pengkutuban.




Point 2

Momen dipole (𝛍) > 0


Point ini yang paling penting menentukan senyawa kovalen polar.

Semakin besar moment dipole berarti semakin polar suatu senyawa.

Momen dipole (momen = kekuatan; pole = kutub; dipole = ada 2 kutub yaitu + dan -.

Satuannya debye (D).

 
Menentukan Kepolaran senyawa Kimia


Ingat:

Walaupun terjadi pengkutuban, tetapi momen dipolenya saling meniadakan (𝛍 = 0); maka termasuk senyawa kovalen NONPOLAR.


Contoh:

Mana yang lebih polar dari kedua molekul di bawah ini
Menentukan Kepolaran senyawa Kimia



Maka, yang lebih polar adalah CHCl₃ karena:
  • Pertama: terjadi pengkutuban (atom C muatan 𝛅⁺ sedangkan Cl muatan 𝛅⁻).
  • Kedua: 𝛍 > 0 (momen dipolenya tidak saling meniadakan).

Menentukan Kepolaran senyawa Kimia


Perhatikan arah vektornya, tidak saling meniadakan (𝛍>0). Ada 1 arah vektor menuju atom C sedangkan 3 lainnya bertolak dari atom C menuju atom Cl.

Sedangkan pada molekul CCl₄ adalah nonpolar.

Mengapa ?

Karena terjadi pengkutuban (atom C muatan 𝛅⁺ sedangkan atom Cl muatan 𝛅⁻) NAMUN 𝛍 = 0 (momen dipole saling meniadakan).


Menentukan Kepolaran senyawa Kimia



Perhatikan arah vektornya, semua bertolak dari atom C menuju atom Cl (momen dipolenya saling meniadakan, 𝛍 = 0).

Intinya: senyawa kimia yang terjadi pengkutuban belum tentu bersifat polar tergantung dari momen dipole nya.



Menentukan Senyawa Kovalen non polar.


Point 1:

Tidak terjadi pengkutuban.


Hal ini terjadi apabila molekul terdiri atas ikatan atom-atom yang sejenis.

Contoh: Cl-Cl; H-H

Menentukan Kepolaran senyawa Kimia



Point 2

Tidak memiliki momen dipole (𝛍 = 0)


Contoh: CCl₄.

Coba Tentukanlah senyawa di bawah ini, apakah termasuk senyawa polar atau nonpolar ?


Menentukan Kepolaran senyawa Kimia
 
Cukup sekian dan Terimakasih.

Comments