Skip to main content

Sistem Periodik

Sistem Periodik


Hubungan antara sistem periodik dengan konfigurasi elektron.


Unsur-unsur dalam 1 golongan memiliki jumlah elektron valensi yang sama.

Unsur-unsur dalam 1 periode memiliki jumlah lintasan elektron yang sama.

Unsur-unsur yang dikelompokkan berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya di dalam suatu tabel, yang bernama tabel periodik.

Sifat keperiodikan


adalah sifat-sifat unsur yang berubah secara periodik, sesuai dengan bertambahnya nomor atom unsur.

Sifat keperiodikan meliputi:

  • Sifat Kimia: jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan.
  • Sifat Fisika: titik didih, titik lebur, kerapatan, dll.

Jari-Jari Atom.


adalah jarak dari inti atom dengan elektron terluar dalam konfigurasi elektron atom unsur.

sistem periodik

Atau dapat juga didefinisikan 1/2 jarak antara inti 2 atom yang berikatan kovalen tunggal.

sistem periodik

Ditentukan dengan mengukur panjang ikatan (jarak antara inti kedua atom) dalam senyawa kovalen, kemudian dibagi 2.

Satuannya Angstrom (A), dengan 1 A= 10⁻⁸ cm.

Makin besar tarikan antara inti dengan elektron, makin kecil jari-jari atom.

Faktor yang mempengaruhi adalah Jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung elektron.

Jumlah proton dalam inti besar berarti tarikannya terhadap elektron semakin kuat.

Bagaimana jari-jari atom unsur-unsur dalam 1 periode dalam tabel periodik, bila ditinjau dari arah kiri ke kanan ?

Tentu jari-jari atom semakin kecil.

Hal ini karena jumlah lintasan (kulit elektron) sama namun muatan inti makin besar. sehingga gaya tarik inti makin kuat, maka makin kecil jari-jari atomnya.

Unsur-unsur dalam 1 golongan, semakin kebawah maka jari-jari atom semakin besar karena lintasannya semakin banyak.

Bagaimana dengan Jari-jari ion ?

Jari-jari atom lebih besar dari jari-jari kation, namun lebih kecil dari jari-jari anion.

Energi Ionisasi.


Elektron yang terlepas dari suatu atom akan menjadi kation.

Energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron pada kulit terluar disebut Energi Ionisasi.

Unsur dalam 1 periode, makin ke kanan energi ionisasinya makin besar, jari-jari atom makin kecil, gaya tarik inti makin kuat, makin sulit atom untuk melepaskan elektron terluarnya, makin besar energi ionisasi yang dibutuhkan.

Unsur dalam 1 golongan, makin ke bawah, energi ionisasi makin kecil, jari-jari atom makin besar, gaya tarik inti dengan elektron terjauh makin lemah, makin sedikit energi ionisasinya.

Unsur yang lepeaskan elektron lebih dari satu, besarnya energi ionisasinya tidak sama.

Harga energi ionisasi I untuk melepaskan elektron terluar I lebih kecil daripada energi ionisasi II untuk melepaskan elektron II. dst


Afinitas Elektron.


Pembentukan atom-atom menjadi anion akan disertai dengan pembebasan energi. Energi ini disebut Afinitas Elektron.

Atom dapat memancarkan atau menyerap energi saat menangkap elektron.

Bila terjadi pemancaran atau pembebasan energi saat menangkap elektron, berarti harga afinitas elektronnya besar, maka menjadi ion negatif.

Artinya ion negatif yang terbentuk, memiliki energi lebih rendah dan lebih stabil.

Bila saat menangkap elektron terjadi penyerapan energi, harga afinitas elektron lebih kecil, menjadi ion positif. Proses ini lebih sukar terjadi.

Unsur-unsur dalam 1 periode, makin kekanan afinitas elektronnya makin besar (makin negatif).

Sedangkan dalam 1 golongan, makin ke bawah, makin kecil.

Unsur yang memiliki elektron valensi > 3, afinitas elektronnya tinggi.

SIfat logam berhubungan dengan harga energi ionisasi. Makin kecil energi ionisasi, makin mudah atom unsur untuk melepaskan elektron sehingga makin kuat sifat logammnya.


Kelektronegatifan.


Merupakan kecenderungan atom untuk menarik elektron. Umumnya yang ditarik adalah elektron valensi.

Keelektronegatifan dipengaruhi oleh jumlah proton dalam inti dan jumlah lintasan (kulit).

Jumlah proton makin besar, mutan inti positif makin meningkat, gaya tarik inti kepada elektron makin kuat, jari-jari atom makin kecil, sehingga kelektronegatifan meningkat dari kiri ke kanan untuk unsur dalam 1 periode.


sistem periodik


Ciri-ciri unsur pada blok S (IA-IIA)

  • Elektron terakhir terletak pada subkulit s
  • Nomor golongan = jumlah elektron pada subkulit s terakhir
  • Periode = harga kulit (n) terbesar dalam konfigurasi elektron atom.

Ciri-ciri unsur blok p (IIIA-VIIIA).

  • Elektron terakhir terletak pada subkulit p
  • No golongan = jml elektron pada subkulit terakhir + 2 = p + 2.
  • Periode = harga n terbesar dalam konfigurasi elektron atom.

Ciri-ciri unsur blok d (IB-VIIIB)

  • Elektron terakhir terletak pada subkulit d
  • No golongan = jumlah elektron subkulit d terakhir + jumlah Elektron pada subkulit s terdekat = (d+s).

Ciri-ciri unsur blok f (lantanida aktinida).

  • Elektron terakhir terletak pada subkulit f
  • Gol. Lantanida = gol IIIB terletak di periode 6
  • Gol aktinida = gol IIIB terletak di periode 7.


Pemahaman sistem periodik menjadi dasar untuk memahami Ikatan Kimia Antar Atom dan Cara Menentukan Kepolaran Senyawa .


Latihan Soal

Mana yang lebih kecil jari-jari atomnya: antara atom ₁₁Na dan Na⁺. Jelaskanlah.

Tentukan nomor golongan dan periode dari atom ₂₄Cr dan ₂₆Fe ?

Comments