Skip to main content

Pengobatan Asma yang harus diketahui

Pengobatan Asma



Asma merupakan gangguan kompleks pada saluran pernapasan, yang dicirikan dengan adanya "peradangan" dan "penyempitan diameter saluran pernapasan".


Gejala asma


Gejala asma dapat diketahui dengan jelas yaitu susah bernafas, mengi, sesak di dada.


Penyempitan diameter saluran pernapasan adalah akibat dari kontraksi otot polos saluran pernapasan, peningkatan sekresi mukus, dan remodeling (perubahan bentuk) menjadi lebih menebal akibat peradangan.


Pengobatan asma


Pemahaman dasar yang harus diketahui sebelum ke pengobatan asma adalah patofisiologi asma.


Asma terjadi karena kontraksi otot polos saluran pernapasan (bronkokonstriksi/ bronkospasme), dan peradangan sehingga terjadi remodeling.

Lalu apa penyebabnya ?

Penyebabnya karena sensitifitas terhadap alergen tertentu, baik allergen ekstrinsik maupun intrinsik.

Contoh Ekstrinsik Allergen : udara dingin, asap, bulu hewan, asap rokok, dll.

Contoh intrinsik allergen: infeksi saluran pernapasan, emosi, stress, kerja berat dll.



Hubungan alergi dengan timbulnya asma.


Ketika allergen masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan, maka sistem imun tubuh (yaitu sel B) memproduksi antibodi IgE sebagai respon terhadap adanya allergen tersebut.


IgE yang dirilis oleh sel B akan berikatan dengan reseptornya di permukaan sel mast.


Apabila allergen yang sama muncul lagi, maka allergen itu akan berikatan dengan IgE yang terikat pada sel mast.


Hasil interaksi ini menyebabkan pelepasan sejumlah histamin dari dalam sel mast.


Ingat: dalam kondisi normal, sebagian besar histamin disimpan di dalam sel mast.
 

Pengobatan asma



Jadi, ketika allergen masuk, maka IgE diproduksi.


Interaksi [Allergen-IgE] pada sel mast menyebabkan pelepasan histamin dari sel mast.


Kemudian histamin berikatan dengan reseptornya dan menimbulkan sejumlah efek yang tidak menyenangkan seperti: alergi, sekresi mukus, peradangan, urtikaria, dll.




Pengaruh inflamasi (peradangan) terhadap asma.


Pada saat terjadi peradangan, kira-kira senyawa apa yang diproduksi yang berkaitan dengan asma ?

Yaitu LEUKOTRIEN.

Leukotrien merupakan produk yang dihasilkan dari pengubahan asam arakidonat menjadi leukotrien oleh enzim lipoksigenase.

Efek yang ditimbulkan leukotrien saat berinteraksi dengan reseptornya adalah bronkospasme.


Jadi lengkap sudah senyawa-senyawa penginduksi asma, yaitu Histamin & Leukotrien.


Pada umumnya kedua senyawa inilah yang menjadi "biang kerok" pencetus serangan asma
. 

Pengobatan asma
sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK7223/figure/A80/?report=objectonly.




Pengobatan asma
Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK7223/figure/A81/?report=objectonly.


Jika hal ini terjadi pada saluran pernapasan, maka kondisinya adalah bronkospasme, sekresi mukus, peradangan.

Selain karena faktor allergen, asma juga dapat diinduksi akibat efek samping dari obat NSAIDs dan Aspirin .


Nah, kalau sudah paham kondisi patologisnya, maka akan mudah memahami farmakologi obatnya.


Intinya adalah bagaimana caranya supaya histamin dan leukotrien tidak dirilis.


Tentu cara pertama adalah hindari faktor pemicunya yaitu allergen.

Tapi yang namanya allergen itu terkadang unpredictable. Jadi tetap saja menggunakan obat.


Penggunaan obat asma biasanya lebih dari satu jenis karena ada obat yang spesifik digunakan untuk mengatasi serangan asma akut dan ada obat spesifik untuk mencegah timbulnya serangan.


Selain itu, obat golongan kortikosteroid dan antihistamin dapat dikombinasi dengan bronkodilator untuk mengatasi serangan asma.


Kortikosteroid untuk mengatasi peradangan, sedangkan antihistamin untuk mengatasi reaksi allergi, dan beta-2 agonis untuk relaksasi otot polos saluran pernapasan (bronkodilatasi).

Flutikason + salmeterol; Budesonide + formoterol, dengan satuan dosis MDI (metered dose inhaler).




Penggolongan obat obat asma.

Beta 2 agonis berdasarkan kerjanya ada 2 jenis, yaitu:

Beta-2 agonis short acting
: Untuk pengobatan asma akut

  • Digunakan untuk mengatasi serangan asma akut (tiba-tiba).
  • Onset of actionnya cepat (1-5 menit) pada sediaan inhaler, namun duration of actionnya singkat (3-6 jam).
  • Contoh: sediaan inhaler albuterol, salbutamol.

Beta-2 agonis long acting:

  • Long acting beta 2 agonis sangat cocok digunakan untuk mencegah kambuhnya serangan asma, namun kurang efektif untuk mengatasi serangan asma akut. 
  • Onset of actionnya 30-45 menit. Duration of actionnya 12 jam.
  • Apabila serangan asma kambuh pada tengah malam, penderita akan susah sekali tidur. Solusinya adalah gunakanlah obat beta 2 agonis long acting saat sore hari untuk mencegah kambuhnya asma saat malam hari.
  • Contoh obatnya: salmeterol (DPI 50 mcg/blister), formoterol (DPI 12 mcg /capsul), digunakan 1 x sehari untuk memproteksi 12 jam. Note: DPI = dry powder inhaler.


    Antikolinergik (Ipratropium bromida), baca selengkapnya di obat antikolinergik

    Metilxantin (contohnya tablet theophyllin sustain release). Perhatian: bahwa teofilin termasuk salah satu obat yang memiliki indeks terapi yang sempit.

    Untuk mekanisme kerjanya baca selengkapnya di bronkodilator


    Kortikosteroid inhaler (beklometason, flutikason). Obat ini merupakan pilihan utama untuk pengobatan asma akibat alergi.

    Pemberian bentuk sediaan inhaler akan meminimalisir efek samping kortikosteroid.

    Antagonis Leukotrien (Montelukast, Zafirlukas).



    Pemberian secara Inhalasi merupakan cara pemberian obat asma yang terbaik daripada sistemik karena langsung tertuju pada saluran pernapasan dan dapat meminimalisir efek samping obat.

    Berikut ini video tutorial cara menggunakan inhaler







    Pengobatan Asma secara alami atau tradisional


    Pengobatan ini bisa membantu mempercepat penyembuhan. Biasanya menggunakan aroma minyak kayu putih yang dioleskan ke dada dan punggung dan uapnya dihirup.

    Selain itu seduhan jahe dan bawang putih dalam air mendidih, lalu biarkan hingga hangat, kemudian diminum


    Referensi:

    Comments