Skip to main content

PPI dan Antagonis Reseptor H2, Mana Yang Terbaik

PPI dan Antagonis Reseptor H2, Mana Yang Terbaik


PPI dan Antagonis reseptor H₂ , keduanya merupakan golongan obat yang memiliki efek farmakologis yang sama yaitu menekan sekresi asam lambung melalui mekanisme kerja yang berbeda.


PPI (Proton Pump Inhibitor) menekan sekresi asam lambung dengan cara memblok pompa proton (H⁺/K⁺ ATP-ase) di sel parietal lambung secara irreversible.

Contoh obatnya:

  • Omeprazol,
  • Esomeprazol,
  • Lansoprazol,
  • Pantoprazol.


Sedangkan antagonis reseptor H₂ bloker menekan sekresi asam lambung dengan cara memblok reseptor histamin H₂ di sel parietal lambung secara reversible.

Contoh obatnya adalah

  • Simetidin,
  • Ranitidin,
  • Famotidin,
  • Nizatidin.


Karena kedua golongan obat ini mempunyai efek farmakologinya sama, maka keduanya diindikasikan untuk :

  • Pengobatan peptic ulcer (tukak)
  • Pencegahan atau pengobatan iritasi lambung, misalnya akibat efek samping penggunaan obat golongan NSAIDs.
  • Mengatasi gejala refluks gastrooesofagus (Gastroesophageal Reflux Disease, GERD).


Berdasarkan uraian diatas, timbul pertanyaan, manakah yang lebih efektif, antara PPI dan antagonis reseptor H₂ ?


PPI lebih kuat efeknya dalam menekan sekresi asam lambung daripada antagonis reseptor H₂.

Mengapa ?

PPI berikatan secara kovalen dan memblok pompa proton H⁺/K⁺ ATP-ase irreversible di sel parietal lambung.

Ikatan ini mampu membuat golongan PPI menekan sekresi asam lambung selama 24-48 jam.

Beda dengan antagonis reseptor H₂.

Antagonis reseptor H₂ memblok reseptor histamin H₂ secara reversible dan kompetitif dengan histamin endogen untuk berikatan dengan reseptor.

Namun ada hal yang harus diperhatikan dari PPI.

Ikatan kovalen antara PPI dengan pompa proton H⁺/K⁺ ATP-ase, akan memblok aktivitasnya secara irreversible selama 24-48 jam.

Hal ini membuat tubuh harus mensintesis kembali (recovery) pompa proton yang baru di sel parietal lambung.

Waktu tubuh untuk memproses biosintesis ini terjadi pada malam hari.

PPI dapat menyebabkan Noctural Acid Breakthrough (NAB) apabila digunakan pada malam hari menjelang tidur.

(Baca: Nocturnal Acid Breakthrough -- Approach to Management).



Apa itu Noctural Acid Breakthrough (NAB) ?

NAB adalah proses pemulihan asam lambung ke tingkat pH < 4 selama minimal 60 menit berturut-turut dalam periode semalam (biasanya mulai pukul 10.00 malam - 06.00 pagi).

Dibawah ini data hasil penelitian Profil pH lambung selama 24 jam pada pemberian obat golongan PPI 1x sehari setiap pagi



PPI dan Antagonis Reseptor H2
(Sumber: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1480544/figure/F1/).

Obat golongan PPI yang diberikan secara oral adalah

  • Ome20 = omeprazol 20 mg
  • Lanso30 = lansoprazol 30 mg
  • Panto40 = pantoprazol 40 mg
  • Rabe20 = rabeprazol 20 mg


Berdasarkan data tersebut, PPI diminum jam 08.00 pagi dan NAB terjadi antara jam 21.00-22.00 untuk semua obat golongan PPI.

Onset NAB tergantung pada waktu pemberian PPI.

Ketika PPI diminum 2x sehari (pagi sebelum sarapan dan sebelum makan malam), maka NAB akan terjadi 6-7 jam setelah mengkonsumsi PPI saat sebelum makan malam tadi.


Oleh sebab itu, untuk menekan sekresi asam lambung pada malam hari golongan antagonis reseptor H₂ lebih efektif.

Untuk kasus pencegahan dan pengobatan iritasi dan ulcer (tukak) akibat efek samping obat golongan NSAIDs dan Aspirin, golongan PPI lebih efektif.

Apabila antagonis reseptor H₂ kurang efektif, maka bisa diganti dengan obat golongan PPI.

Monoterapi dengan obat golongan PPI bukan hanya lebih efektif tetapi juga meningkatkan kepatuhan dan lebih cost-effective.

PPI dikonsumsi 1x sehari sebelum sarapan untuk mencapai kadar obat yang optimal sewaktu pompa proton aktif mensekresi asam saat ada makanan.

PPI mengalami degradasi pada lingkungan asam sehingga obat golongan PPI diformulasi dalam sediaan kapsul delayed release.

Obat golongan PPI yang diformulasi dalam bentuk sediaan immediate release adalah omeprazol yang dikombinasi dengan sodium bikarbonat.

Keuntungan sediaan ini adalah onset of actionnya cepat.

Sodium bicarbonat meningkatkan nilai pH sehingga mencegah degradasi omeprazol di lambung.

Selain itu, sodium bicarbonat juga menstimulasi gastrin untuk mengaktifkan pompa proton dan mengoptimalkan efek omeprazol untuk memblok pompa proton yang aktif.




Antagonis reseptor H₂.


Penggunaan klinis obat golongan antagonis reseptor H₂ sama dengan golongan PPI.

Antagonis reseptor H₂ juga berguna untuk mengatasi ulkus karena stress akut.

Laju absorbsi dan bioavailabilitas antagonis reseptor H₂ akan menurun bila diberikan bersamaan dengan obat lain yang dapat mempengaruhi pengosongan lambung atau mengubah pH lambung.

Perlu diperhatikan penggunaan antagonis reseptor H₂ dengan antasida dan sukralfat.

Dampak interaksi obat ini adalah antasida dan sukralfat mampu menghambat laju absorbsi obat antagonis reseptor H₂. 

Ranitidin mempunyai masa kerja yang panjang dengan efek samping minimal bila dibandingkan dengan simetidin.

Efek farmakologi ranitidin lebih kuat daripada simetidin.

Famotidin memiliki efek farmakologi sama seperti ranitidin, tetapi efeknya lebih kuat daripada ranitidin dan simetidin.

Simetidin merupakan inhibitor sitokrom P-450 dan dapat memperlambat metabolisme  beberapa obat seperti warfarin, diazepam, fenitoin, teofilin, imipramin, dll sehingga efek nya.



Efek samping Simetidin.


Simetidin memiliki efek endokrin karena bekerja sebagai antiandrogen, yang efeknya meliputi:

  • Ginekomastia (pembesaran jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria)
  • Galaktorea (pengeluaran ASI yang berkepanjangan)
  • Disfungsi seksual
(Sumber: Male sexual dysfunction during treatment with cimetidine)

Antagonis reseptor H₂ meningkatkan pH lambung sehingga dapat menurunkan absorbsi beberapa obat yang optimal di pH asam seperti kaptopril, obat antifungi itrakonazol, ketokonazol.


Berikut ini tabel dosis pengobatan GERD pada orang dewasa


PPI dan Antagonis Reseptor H2


Dosis untuk pengobatan tukak lambung


PPI dan Antagonis Reseptor H2



Terimakasih semoga bermanfaat


Referensi:

Comments