Skip to main content

Apotek Panel Apakah Diizinkan ?

Apotek Panel



Apotek panel merupakan suatu pelanggaran apotek dari sektor distribusi obat.

Apotek panel bekerjasama dengan pihak distributor (PBF) untuk mendistribusikan obat-obat keras ke pihak-pihak tertentu berdasarkan pesanan dari paramedis atau dokter, Klinik yang tidak ada Apotekernya, perorangan, atau toko obat, dsb.



Distribusi Obat


Petunjuk pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) secara ringkas telah diatur sebagai berikut (Sumber: Badan POM.)

Pabrik Farmasi mendistribusikan hasil produknya ke distributor (PBF).

Kemudian PBF mendistribusikan produk tadi ke apotek, rumah sakit, klinik atau poliklinik, atau sarana pelayanan kesehatan lainnya berdasarkan surat pesanan yang ditandatangani oleh apoteker penanggungjawab setempat.

Itu sebabnya di setiap sarana pelayanan kefarmasian, wajib ada apoteker penanggungjawab.


Kemudian dari sarana pelayanan kesehatan mendistribusikan produk obat tersebut ke masyarakat berdasarkan:

  • Resep dokter (khusus untuk obat keras, psikotropika, dan narkotik), atau
  • Dibeli secara langsung tanpa resep (untuk Swamedikasi khususnya golongan obat bebas dan bebas terbatas atau obat wajib apotek). Untuk obat wajib apotek, yang menyerahkan harus apoteker.


Berdasarkan uraian diatas, jelas bahwa "PBF dilarang menjual obat langsung kepada tenaga medis, dan tenaga medis tidak bisa memesan langsung sediaan farmasi ke PBF."


Pemesanan dan distribusi obat harus berdasarkan surat pesanan yang dibuat dan ditandatangani oleh apoteker penanggungjawab di fasilitas pelayanan kesehatan tersebut. Baru bisa dijalankan.


Sebelum lebih lanjut, Kita kembali melihat dulu definisi Apotek, Pelayanan Kefarmasian, dan Resep berdasarkan Permenkes Nomor 73 tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek.


Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker.


Pelayanan Kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien, berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.


Resep adalah permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi, kepada apoteker, baik dalam bentuk paper maupun electronic untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien.


Kalau kita sederhanakan definisi tersebut, maka:

Apotek adalah tempat praktik apoteker dalam melayani pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi (obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika) untuk mencapai hasil yang pasti dalam meningkatkan mutu kehidupan pasien.

Dalam melaksanakan prakteknya, Apoteker harus bertanggungjawab penuh.

Itu sebabnya dikenal sebagai Apoteker Penanggungjawab Apotek (APA), bukan hanya apoteker pengelolah apotek.


Dan perlu diingat bahwa Apoteker hanya melayani pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi saja bukan diagnosa penyakit. Disinilah letak batasan profesi apoteker dan dokter.

Contoh:

Apoteker memberikan informasi obat seputar indikasi, aturan pakai, interaksi obat, lama penggunaan obat, cara pemakaian, peracikan atau dispensing, monitoring efek samping, dsb.


Salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian di apotek adalah Apoteker melayani resep dokter yakni pengkajian resep, dispensing, pelayanan informasi obat, dll.



Proses pelayanan resep mulai dari pengkajian resep hingga penyerahan obat meliputi:


Persyaratan Administrasi

  • Nama pasien, umur, jenis kelamin, no telfon, dan alamat tempat tinggal
  • Nama dokter, nomor Surat Izin Praktik (SIP), alamat, nomor telepon dan paraf
  • Tanggal penulisan Resep.


Kesesuaian farmasetik

  • Bentuk dan kekuatan sediaan;
  • Stabilitas
  • Kompatibilitas (ketercampuran Obat).

Pertimbangan klinis
  • Ketepatan indikasi dan dosis Obat;
  • Aturan, cara dan lama penggunaan Obat;
  • Duplikasi dan/atau polifarmasi;
  • Reaksi Obat yang tidak diinginkan (alergi, efek samping Obat, manifestasi klinis lain);
  • Kontra indikasi; dan
  • Interaksi obat.


Notes:

Sebelum dispensing atau meracik, cek terlebih dahulu ketersediaan obat dan konfirmasikan total harga resep kepada pasien.

Jika ada yang tidak sesuai dari hasil pengkajian resep, hubungi dokter yang bersangkutan.


Berdasarkan uraian di atas, maka:

  • PBF dilarang melayani resep dokter.
  • Dokter dilarang meracik atau dispensing obat.


Jika peraturan di atas dipatuhi, maka setiap sarana pelayanan kesehatan yang hanya ada praktik dokter namun tidak ada praktik apotekernya pasti tidak bisa memesan dan menyimpan obat.


Pengecualian bagi klinik atau rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya yang berada di daerah terpencil dan tidak ada apotek sekitar.



Bentuk Penyimpangan yang umum terjadi di PBF.


PBF distributor dan subdistributor kerjasama dengan apotek panel untuk menyamarkan penyimpangan distribusi obat.

Istilah ini dikenal dengan PEMUTIHAN, yaitu Apotek menyatakan diri sebagai pembeli dan penerima sejumlah obat tetapi pada nyatanya obatnya bukan ke apotek.

Tujuan kerja sama ini adalah untuk mendapatkan omset dari dokter, klinik atau Rumah sakit.

Dan untuk mencapai omset yang besar, pemesanan obatnya harus dalam jumlah yang banyak.




Apotek Panel


Apotek panel ada 2 jenis yaitu apotek panel aktif dan pasif.



Apotek Panel Aktif


Apotek panel tipe ini, Medrep atau sales aktif mencari orderan dari dokter.

Kemudian apotek tugasnya memesan dan mengirim obat ke PBF serta melakukan penagihan ke dokter.

Biasanya PBF kasih diskon besar (lebih besar dari diskon reguler).

Mekanismenya sebagai berikut:

Medrep dari PBF atau salesman apotik menawarkan penjualan obat ke dokter/ klinik
→ dokter menulis pesanan obat menggunakan resep
→ Sales membawa resep ke apotek panel
→ Apotek panel buat surat pesanan berdasarkan resep dokter tadi ke PBF (biasanya tanda tangan apoteker "dipalsukan" atau apoteker disuruh tandatangan surat pesanan kosong karena distributor sekarang sudah minta spesimen tanda tangan apoteker)
→ PBF meyiapkan obat dan menjual ke apotek dengan harga diskon khusus (lebih besar dari diskon reguler)
→ Apotek mencatat transaksi dan administrasinya
→ Apotek kirim obat ke dokter/klinik untuk melakukan penagihan.



Apotek Panel Pasif.


Apotek panel tipe ini lebih ekstrim karena apotek menyerahkan blanko surat pesanan dan stample apotik ke ke PBF.

Mekanismenya sbb:
→ Medrep melakukan penawaran produk obat ke dokter
→ Dokter menulis pesanan obat menggunakan resep
→ Medrep menyerahkan resep ke PBF
→ PBF menyelesaikan administrasi transaksi seolah-olah seperti pesanan apotek
→ PBF menyerahkan faktur asli ke apotek supaya kesannya apotek adalah si pembeli yang memesan obat ke PBF.
→ PBF mengirim obat ke dokter disertai faktur apotek dan selanjutnya PBF melakukan penagihan
→ Apotek dapat fee "pemutihan".




Letak pelanggaran apotek panel ?

  • Fungsi resep disalahgunakan menjadi pesanan obat (tidak ada nama pasien, alamat, dosis, aturan pakai), dll.
  • Obat disimpan di sarana pelayanan kesehatan yang tidak ada apoteker penanggungjawabnya sehingga peracikan dan atau dispensing dilakukan oleh dokter atau perawat atau bidan.
  • Fungsi apotek disalahgunakan. Seharusnya apotek merupakan sarana tempat pelayanan kefarmasian yang dilakukan oleh apoteker, malah berubah fungsi menjadi "miniatur" distributor.

Terimakasih.

Sumber:

Comments