Skip to main content

Farmakokinetik dan Farmakodinamik Antibiotik

Farmakokinetik dan Farmakodinamik Antibiotik

Profil farmakokinetik dan farmakodinamik antibiotik adalah salah satu parameter yang sangat dibutuhkan untuk menetapkan jenis antibiotik beserta dosisnya secara tepat.


Antibiotik harus memiliki sifat: 
  • Mampu terikat pada tempat ikatan spesifiknya pada bakteri, misalnya di ribosom atau di membran sel bakteri, dsb. 
  • Kadar antibiotik pada tempat infeksi harus cukup tinggi. Semakin tinggi kadarnya, semakin banyak tempat ikatan antibiotik pada sel bakteri. 
  • Antibiotik harus tetap berada pada tempat ikatannya dalam waktu yang cukup memadai agar diperoleh efek yang adekuat. 
  • Kadar hambat minimal (KHM atau MIC) antibiotik yang menggambarkan kadar terendah antibiotik untuk menghambat pertumbuhan bakteri. 


Ada 2 kelompok antibiotik berdasarkan sifat farmakokinetikanya, yaitu
a) Time dependent killing
  • Lamanya antibiotik berada di dalam darah dengan kadar di atas KHM (paling tidak selama 50% interval dosis).
  • Contoh antibiotik yang tergolong pada sifat ini adalah penisilin, sefalosporin, dan makrolida. 
b) Concentration dependent
  • Semakin tinggi kadar antibiotik di dalam darah melampaui KHM, maka semakin tinggi pula daya bunuhnya terhadap bakteri. 
  • Untuk kelompok ini diperlukan rasio kadar / KHM sekitar 10. Artinya kadar antibiotik dalam serum atau jaringan 10 kali lebih tinggi dari KHM. Jika gagal mencapai kadar tersebut di jaringan tempat infeksi, akan mengalami kegaggalan terapi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab timbulnya resistensi.

Farmakokinetik (disingkat PK) membahas tentang perjalanan obat di dalam tubuh, sedangkan farmakodinamik (disingkat PD) membahas tentang hubungan kadar-kadar antibiotik dalam tubuh dan efek antibiotiknya.

Tolak ukur potensi antibiotik adalah kadar hambat minimum (KHM), yaitu kadar terendah antibiotik yang secara sempurna menghambat pertumbuhan bakteri secara in vitro. 

Namun, KHM tidak menunjukkan perjalanan waktu aktivitas antibiotik menghambat pertumbuhan bakteri. 

Ada 3 parameter farmakokinetik yang bisa digunakan untuk mengevaluasi efikasi antibiotik, yaitu kadar puncak serum (Cmax), kadar minimum (Cmin), dan area under curve (AUC) pada kurva kadar antibiotik dalam serum vs waktu.

Namun ketiga parameter farmakokinetik tersebut tidak mendeskripsikan aktivitas antibiotik dalam membunuh kuman. 

Oleh sebab itu aktivitas antibiotik dapat diukur dengan mengintegrasikan parameter parameter PK/PD dengan KHM, yaitu 
  • Rasio Cmax (peak) / KHM
  • Waktu (t) > KHM
  • Rasio AUC-24 jam / KHM. 
 Farmakokinetik dan farmakodinamik Antibiotik

Keterangan:
MIC = Minimum Inhibitory Concentration (Kadar Hambat Minimum, KHM). 



Kecepatan efek bakterisid dari suatu antibiotik ditentukan oleh lama waktu yang dibutuhkan untuk membunuh bakteri (time dependence) atau peningkatan kadar antibiotiknya (concentration dependence).  

Ada 3 parameter untuk menilai aktivitas bakteriasid dari antibiotik, yaitu :
  • Time dependence
  • Concentration dependence
  • Post Antibiotic Effect (PAE), adalah supresi pertumbuhan bakteri secara persisten sesudah paparan antibiotik. 

Berdasarkan parameter PK/PD, aktivitas antibiotik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: 
  1. Bakterisidal Concentration dependence dan efek persisten yang lama. 
  2. Bakterisidal time-dependence dan efek persisten minimal 
  3. Bakterisidal time-dependence dan efek persisten sedang sampai lama. 

Profil Farmakokinetik dan farmakodinamik Antibiotik


Bakterisidal Concentration Dependence dan Efek persisten yang lama. 
  • Contoh antibiotiknya: Aminoglikosida, Fluorokuinolon, Polymyxins, Daptomycin, Metronidazol.
  • Tujuan terapi: memaksimalkan kadar, karena  semakin tinggi kadar, semakin ekstensif dan cepat efek bakterisidalnya. 
  • Parameter PK/PD: rasio AUC-24 jam/ KHM dan rasio kadar puncak /KHM. 

Bakterisidal time-dependence dan efek persisten sangat singkat. 
  • Contoh antibiotiknya: semua jenis antibiotik beta  laktam (Karbapenem, Monobaktam, Sefalosporin, penisilin) Eritromisin, Linezolid. 
  • Tujuan terapi: memaksimalkan durasi paparan.
  • Parameter PK/PD: waktu > KHM.

Bakterisidal time-dependence dan efek persisten sedang sampai lama. 
  • Contoh antibiotiknya: Azitromisin, Klindamisin, Oksazolidinon, tetrasiklin, vankomisin. 
  • Tujuan terapi: memaksimalkan jumlah obat yang masuk sirkulasi sistemik. 
  • Parameter PK/PD: rasio AUC-24 jam /KHM. 
  
Berikut tabel index PK/PD dan besaran target dari masing-masing antibiotik.
Farmakokinetik dan Farmakodinamik Antibiotik


Baca selanjutnya Hal yang harus diketahui tentang antibiotik

Sumber Referensi:

Comments